Sabtu, 31 Mei 2014

PARAMECIUM

Diposting oleh Unknown di 08.32


Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler yang hidup soliter atau berkoloni. Protista dapat digolongkan menjadi protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga) dn protista mirip jamur (jamur lendir/slame mold). Bentuk tubuh organisme golongan protista sangat beragam. Protista memiliki cara makan yang berbeda-beda, dan dapat digolongkan dalam tiga kategori :
1.      Protista Autrotrof, yaitu protista yang memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis. Contoh : alga
2.      Protista menelan makanan, dengan cara fagositosis melalui membran sel. Contohnya : protozoa
3.      Protista Saprofit dan Parasit, mencerna makanan di luar sel dan menyerap sari-sari makanannya. Contoh : jamur


1.      Protista Mirip Hewan (Protozoa)
Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu Protos artinya pertama dan Zoon artinya hewan. Protozoa sering disebut hewan bersel satu (uniseluler). Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri melalui organel-organel yang secara fungsi analog dengan sistem organ pada hewan-hewan bersel banyak (metazoa).
Ciri-ciri protozoa :
1.      Ukuran tubuh mulai dari 10 mikron-6 mm
2.      Bentuk protozoa bervariasi yaitu asimetris, bilateral simetris, radial simetris dan spiral
3.      Bergerak dengan flagel, pseudopodia, silia atau dengan gerakan sel itu sendiri
4.      Cara hidupnya bebas, komensalisme, mutualisme, parasit
5.      Cara mendapatkan makanan dibedakan menjadi : holozoik, saprofit, saprozoik
6.      Habitatnya di tempat-tempat berair, seperti diselokan, sawah, parit, sungai
Paramecium merupakan salah satu protista mirip hewan. Protista ini berukuran sekitar 50-350ɰm. Paramecium ini telah memiliki selubung inti (Eukariot). Uniknya Protista ini memiliki dua inti dalam satu sel, yaitu inti kecil (Mikronukleus) yang berfungsi untuk mengendalikan kegiatan reproduksi, dan inti besar (Makronukleus) yang berfungsi untuk mengawasi kegiatan metabolisme, pertumbuhan, dan regenerasi. Paramecium bereproduksi secara aseksual (membelah diri dengan cara transversal), dan seksual (dengan konjugasi). Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya, yang bergerak melayang-layang di dalam air. Hal ini akan terlihat jika menggunakan mikroskop. Sedangkan cara menangkap makanan adalah dengan cara menggetarkan rambut (silianya), maka terjadi aliran air keluar dan masuk mulut sel. Saat itulah bersamaan dengan air masuk bakteri bahan organik atau hewan uniseluler lainnya. memiliki vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta vakuola berdenyut yang berguna untuk mengeluarkan sisa makanan.
                                            
STRUKTUR PARAMECIUM
“Paramaecium caudatum” adalah Anggota Ciliata yang hidup bebas. Bentuk selnya seperti sandal, ukuran kira-kira 250 mikron, mempunyai sitostom (celah mulut) pada membran plasma, dan selnya diselubungi oleh pelikel. Sel berisi dua inti sel yang terdiri atas “Mikronukleus” yang berperan dalam reproduksi   dan “Makronukleus” yang berperan dalam pencernaan


Paramecium juga memiliki sitoplasma, vakuola makanan (pencerna makanan), serta vakuola kontraktil (pengeluaran zat sisa). Gerakan Paramaecium caudatum dilakukan dengan menggetarkan cilianya. Gerakan cilia sulit diamati oleh mikroskop karena gerakannya sangat cepat.


Reproduksi Aseksual Paramecium
Paramecium berkembang biak dengan pembelahan biner. Tampak satu sel membelah menjadi 2, kemudian menjadi 4, 8, dan seterusnya. Pembelahan ini diawali dengan mikronukleus yang membelah dan diikuti oleh pembelahan makronukleus. Kemudian akan terbentuk 2 sel anak setelah terjadi penggentingan membran plasma. Perlu Anda ketahui masing-masing sel anak tersebutidentik dan alat sel lainnya mempunyai dua nukleus sitoplasma.

Reproduksi Seksual Paramecium Secara Konjugasi

  • Dua Paramecium saling berdekatan lalu saling menempel. Kemudian terjadi dua sel saling menempel pada bagian mulut sel. Membran sel pada sel yang saling menempel tersebut melebar dan terbentuk suatu saluran.
  • Pada bagian masing-masing sel terdapat mikronukleus diploid (2n) yang membelah secara meiosis menjadi 4 mikronukleus haploid (n), sedangkan makronukleusnya tidak mengalami perubahan.
  • Selanjutnya, masing-masing 4 mikronukleus haploid (n), di setiap sel
    membelah secara mitosis menjadi 8 mikronukleus (n).
    8 mikronukleus (n) yang terbentuk, 7 mikronukleus hancur, sehingga
    setiap sel hanya memiliki 1 mikronukleus dan 1 makronukleus.
  • Mikronukleus membelah secara mitosis menjadi 2 mikronukleus, sedangkan
    makronukleus lenyap, sehingga pada masing-masing sel hanya
    mengandung mikronukleus.
  • Terjadi saling tukar-menukar mikronukleus, yaitu mikronukleus pindah ke sel lain dan sebaliknya. Mikronukleus yang saling tukar-menukar tersebut melebur dengan mikronukleus yang tidak pindah. Jadi, setelah hasil peleburan itu, setiap sel memiliki mikronukleus diploid.
  • Setiap sel yang telah memiliki mikronukleus diploid (2n), selnya pisah
    dan konjugasi berakhir. Kemudian 1 mikronukleus membelah secara
    mitosis menghasilkan 2 mikronukleus.
  • Salah satu dari 2 mikronukleus itu tumbuh menjadi makronukleus,
    sehingga setiap sel memiliki 1 mikronukleus dan 1 makronukleus.
 

1 komentar:

helpersaja on 31 Oktober 2016 pukul 08.09 mengatakan...

baguuuusss...
tingkatkan

Posting Komentar

 

Oke Lolita Pratiwi Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting